Analogi Singkat


sumber:https://lampukecil.com
“Mau kuceritakan suatu kisah?”

“Boleh saja.”

“Jadi seperti ini analoginya;

setiap orang diibaratkan memiliki ruang rahasia dalam hatinya. Ruangan ini dijaga ketat oleh banyak pengawal. Di bagian depan, berdiri kokoh pintu gerbang yang tak mudah dibuka, bahkan oleh pengawal sekalipun. Gerbang tersebut hanya dapat dibuka dengan kehendak sang pemilik ruang rahasia.

Lambat laun, banyak orang penasaran dengan ruang rahasia tersebut. Berbagai macam orang, mulai dari yang tinggi atau pendek, berkulit putih atau hitam, berambut lurus atau keriting, berlomba memasuki ruangan itu. Namun, belum ada yang berhasil menembus gerbang kokoh itu. 

Alhasil, mereka menyerah.

Sampai pada suatu ketika, seseorang hadir dan mencoba menerobos gerbang itu. Awalnya, sang pemilik tidak tertarik dan beranggapan bahwa orang tersebut akan menyerah. Akan tetapi, orang itu menunjukkan kegigihannya dan berusaha menghancurkan gerbang tersebut.

Memang, terlihat jelas bahwa orang itu bersungguh-sungguh ingin masuk ke ruang rahasia sang pemilik. Entah apa tujuannya, yang jelas sang pemilik merasa tersentuh. Sang pemilik pun bermaksud membuka gerbang itu, mempersilakan orang gigih itu masuk.

Akan tetapi, apa yang terjadi?

Orang itu tetap tidak dapat masuk, meskipun gerbang sudah dibuka. Tentu orang gigih ini penasaran. Ia pun melongok ke dalam.

Ternyata, apa mau dikata. Siapapun orang tersebut, segigih apapun yang ia lakukan, ia tak akan bisa masuk ke ruang rahasia sang pemilik. Sebab sedari awal, ruang rahasia itu telah berpenghuni.

Seseorang yang sejak dulu hadir dengan cuma-cuma, bahkan tanpa perjuangan sedikitpun.

Sang pemilik tidak mengerti bagaimana cara mengusir penghuni tersebut. Sebab hatinya belum siap, ralat, hatinya tidak akan siap sampai kapanpun untuk kehilangan penghuni tersebut.”

“Move on itu ‘nggak gampang. Terkecuali sang pemilik bersedia menghilangkan setiap momen yang sudah hadir sejak dulu dalam hidupnya.”

Comments