Suatu jenis perbintangan.
Di mana orang yang lahir pada tanggal 21 April-21 Mei,
memiliki tanda ini.
***
Pagi hari. Kubuka mataku dengan terpaksa. Maklum, semalam
habis begadang- menahan kantuk- demi menonton drama korea kesayangan.
Jam dinding menunjukkan pukul enam tepat. Yah, mungkin lebih
5 menit. Tidak apa-apa, dibulatkan saja.
Rasanya malas sekali mengangkat kepalaku yang seperti
tertempel dengan bantal. Ugh, mengapa harus sekolah di saat hawanya dingin begini?
Namun aku tetap bangkit berdiri, melangkah menuju kamar
mandi. Aku tidak boleh telat, sebab kemarin sudah berjanji pada Kino, kawanku,
untuk mengerjakan tugas bersama di sekolah. Ya, dia mengajakku membuat PR di
kelas.
Setelah selesai mandi, kutengok kembali jam dinding tadi.
Oh, pukul setengah tujuh. Hah? Apa aku salah lihat? Aku dan Kino berjanji pukul
tujuh kurang lima belas menit sudah sampai di kelas. Sementara dari rumahku ke
sekolah jaraknya cukup jauh.
Aku panik. Dan tentu saja jadi tergesa-gesa. Ibu yang melihatku
mondar-mandir, segera tahu bahwa aku akan telat. Tetapi, beliau tetap saja
menasihatiku, “Makanya, Nduk.
Bangunnya jangan siang-siang. Mandinya mbok,
ya jangan sambil konser. Jadi telat begini, kan.”
Duh, Bu. Plis deh. Sudah mau telat, masih saja diceramahi.
Akhirnya aku berangkat setelah berpamitan dengan Ibu. Aku
berlari secepat mungkin menuju halte bus. Untung Tuhan sedang berbaik hati.
Busnya cepat sampai.
Setibanya di sekolah, aku berpapasan dengan Yuna. Sebersit
perasaan pedih merasuk ke dalam diriku. Yuna adalah mantan temanku. Dahulu,
kami berteman baik. Oleh karena beberapa permasalahan, hubungan kami merenggang. Aku
masih ingat dengan jelas setiap detail pertikaian dengannya, meskipun
kejadiannya sudah dua tahun lalu.
Yuna pun terlihat menghindariku. Mungkin memang tak ingin
berdamai denganku. Ya sudah, aku juga menyerah. Sebab saat itu, aku sudah
banyak memohon maaf, tapi dihiraukannya.
Aku segera menuju kelas. Namun, tidak ada seorang pun di
kelas. Aku melirik jam tanganku. Sudah pukul tujuh kurang lima belas menit. Kemana
Kino?
Akupun menunggu. Menelusuri kelas seraya membunuh waktu.
Sepuluh menit kemudian, -yang terasa bagai sepuluh tahun- Kino pun tiba.
Lengkap dengan senyum tanpa rasa bersalah dari kedua sudut bibirnya.
“Sorry, Mel. Males
banget bangun tadi.” ucap lelaki itu sambil meletakkan tas di bangkunya, tepat
di sampingku.
Aku tak memedulikan perkataannya dan segera mengajak untuk
mengerjakan PR bersama. Namun kau tahu? Beginilah kira-kira yang keluar dari
mulut kecil nan menyebalkan itu, “Lho kamu belum bikin? Aku ‘kan bilang begitu cuma bercanda. PR-nya
banyak, mana bisa selesai kalau bikinnya sekarang?”
Argh. Darah dari ujung kaki melesat dengan cepat ke ujung
kepalaku. Mendidih, menginginkan pelampiasan dari kekesalan yang kurasa.
Dan seperti yang kau duga, pagi itu berakhir dengan kesibukan di kelas,
ralat, hanya kesibukanku menyalin tugas yang mampu membuat siku dan jari
tanganku copot begitu saja.
***
Taurus.
Pribadi yang akrab dengan kemalasan. ‘Males, ah’ ‘Nanti aja’ ‘Aduh, mager’ ‘Udah PW nih’.
Namun, juga pribadi yang antusias jika memang diperlukan.
Seorang Taurean akan menepati janji jika berkaitan dengan
orang yang mereka percaya. Namun tak jarang, justru mereka yang sering diingkari.
Sedikit kesalahan tak akan membuat Taurus murka. Akan
tetapi, sampai kapanpun mereka akan mengingat semua kesalahan tersebut dan
menyimpannya untuk diri mereka sendiri.
Taurus akan sangat baik kepada orang yang juga baik terhadap
mereka. Tak usah segan jika ingin meminta bantuan mereka. Asalkan kau bisa
berbicara dengan sopan, Taurus akan membantumu. Namun jika tak bisa bersikap
sopan, jangankan membantu, melihatmu saja Taurus tak sudi.
P.S. Tak semua Taurean memiliki sifat ini. Minoritas dari
mereka ada yang memiliki zodiak Taurus, namun memiliki campuran sifat dasar
dari zodiak lain. Just keep calm with
these, Babe.

Comments
Post a Comment